Digital marketing membuka peluang besar bagi pelaku UMKM di Palembang untuk mempromosikan produk lokal secara unik sekaligus menarik minat lebih banyak pembeli. Mulai dari pempek khas hingga kain songket, kini bisa dipasarkan melalui berbagai cara kreatif di berbagai platform digital.
Salah satunya adalah dengan memanfaatkan live shopping, yakni aktivitas live streaming yang berfokus pada penjualan produk, dan terbukti efektif meningkatkan interaksi sekaligus penjualan secara langsung.
Lantas, apa saja tips live shopping yang perlu diketahui agar strategi ini berjalan maksimal? Simak selengkapnya di bawah ini.
Mengapa Pelaku UMKM di Palembang Perlu Mencoba Live Shopping?
1. Media Promosi yang Interaktif dan Hemat Biaya
Live shopping menawarkan cara promosi yang lebih efisien dari segi biaya. Pelaku UMKM di Palembang tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk menyewa tempat atau mencetak brosur. Cukup dengan smartphone, koneksi internet, dan platform live shopping, produk seperti pempek, kemplang, atau songket bisa langsung dipromosikan kepada calon pembeli secara real-time.
Sifatnya yang interaktif juga memungkinkan penjual berkomunikasi langsung dengan penonton, menjawab pertanyaan, dan merespons kebutuhan pembeli saat itu juga. Hal ini dapat menciptakan pengalaman belanja yang lebih personal dan komunikatif.
Baca Juga: Promosi Online atau Tampilan Toko, Mana yang Harus Didahulukan?
2. Meningkatkan Jangkauan dan Visibilitas Produk
Tidak hanya menjangkau pembeli lokal di Palembang, siaran langsung juga dapat membantu memperluas jangkauan pasar. Melalui platform seperti TikTok Shop, Shopee Live, atau Instagram Live, produk lokal berpotensi dilihat oleh calon pembeli dari berbagai wilayah di Indonesia.
Jika dilakukan secara konsisten, live shopping dapat membantu meningkatkan visibilitas produk sekaligus memperkenalkan brand UMKM kepada audiens yang lebih luas.
3. Membangun Kepercayaan melalui Demonstrasi Produk
Pembeli sering kali ragu dengan kualitas produk yang hanya terlihat melalui foto. Live shopping dapat menjawab tantangan ini dengan memungkinkan penjual menunjukkan produk secara langsung dan apa adanya.
Misalnya, pelaku UMKM dapat mendemonstrasikan tekstur pempek, memperlihatkan detail motif songket, atau menunjukkan cara penggunaan suatu produk secara langsung. Interaksi dua arah selama sesi live juga memberi ruang bagi calon pembeli untuk bertanya, sehingga berbagai keraguan dapat segera terjawab dan kepercayaan terhadap produk pun lebih mudah terbangun.
Persiapan Sebelum Memulai Live Shopping
Sebelum melakukan live shopping, pelaku UMKM perlu menyiapkan beberapa hal agar sesi live streaming berjalan lancar dan mampu menarik perhatian calon pembeli.

1. Pilih Platform yang Sesuai
Pilih platform yang sesuai dengan target audiens dan karakteristik produk. Misalnya, TikTok Shop dapat menjadi pilihan untuk menjangkau audiens yang menyukai konten singkat dan interaktif. Sementara itu, Shopee Live terintegrasi dengan fitur belanja di platform e-commerce, sedangkan Instagram Live dapat dimanfaatkan untuk membangun kedekatan dengan audiens yang sudah mengikuti akun brand.
Pelaku UMKM di Palembang dapat memilih platform yang paling sesuai dengan target pasar atau mencoba beberapa platform sekaligus untuk mengetahui mana yang memberikan hasil terbaik.
2. Siapkan Peralatan Pendukung
Peralatan yang digunakan tidak harus mahal. Smartphone dengan kamera yang cukup baik, tripod, mikrofon, dan pencahayaan yang memadai sudah dapat membantu menghasilkan live streaming yang lebih nyaman ditonton.
Pastikan koneksi internet juga stabil agar siaran tidak terputus atau mengalami gangguan selama live berlangsung. Pilih lokasi yang tenang dan memiliki latar belakang yang rapi agar perhatian penonton tetap tertuju pada produk.
3. Susun Skrip atau Alur Live Shopping
Meski terkesan spontan, sesi live shopping yang efektif tetap memerlukan alur yang terstruktur agar tidak monoton atau kehilangan arah. Susun poin-poin penting yang perlu disampaikan, seperti pembukaan yang menarik perhatian, penjelasan keunggulan produk, sesi demonstrasi, penawaran promo, hingga ajakan bertransaksi.
Skrip ini tidak perlu kaku, cukup sebagai panduan agar penjual tetap fokus dan tidak lupa menyampaikan informasi penting selama live berlangsung.
Baca Juga: Jasa Pembuatan Booth Container Palembang untuk UMKM dan Brand Besar
4. Tentukan Jadwal dan Durasi Live yang Tepat
Waktu pelaksanaan live shopping dapat memengaruhi jumlah penonton yang dijangkau. Pelaku UMKM perlu mengenali kebiasaan target pasarnya, misalnya saat jam istirahat siang, sore hari sepulang kerja, atau malam hari ketika orang lebih santai.
Durasi sesi live juga perlu disesuaikan dengan kemampuan penjual dalam menjaga interaksi agar sesi tetap menarik dan audiens tidak kehilangan minat.
5. Tentukan Produk Unggulan dan Promo Khusus Live
Tidak semua produk perlu ditampilkan dalam satu sesi live. Pilih produk unggulan yang paling diminati atau yang ingin didorong penjualannya, agar fokus promosi lebih terarah.
Menyediakan promo khusus yang hanya berlaku selama sesi live, seperti diskon, bundling, atau gratis ongkir, juga bisa menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong penonton untuk segera melakukan pembelian.
Tips Live Shopping agar Lebih Menarik
1. Gunakan Pencahayaan yang Cukup
Pencahayaan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas visual sesi live shopping. Pastikan cahaya mengarah ke wajah dan produk, bukan dari belakang, agar tidak menimbulkan efek siluet.
Pencahayaan yang terlalu gelap dapat membuat detail produk dan wajah penjual sulit terlihat, sedangkan cahaya yang terlalu terang bisa membuat warna produk tampak berbeda dari aslinya. Manfaatkan cahaya alami dari jendela pada siang hari atau gunakan ring light maupun lampu tambahan jika live dilakukan pada malam hari atau di ruangan minim cahaya.
2. Atur Background agar Terlihat Profesional
Latar belakang yang berantakan atau tidak relevan dapat mengalihkan perhatian penonton dari produk yang dijual. Pilih background yang bersih dan rapi agar fokus penonton tetap tertuju pada produk.
Pelaku UMKM juga dapat menambahkan elemen branding seperti logo, kemasan produk, neon box, backdrop, event desk, atau dekorasi dengan warna yang sesuai dengan identitas brand. Misalnya, penjual songket dapat menggunakan kain songket sebagai bagian dari background untuk memperkuat karakter produk.
3. Buat Pembukaan yang Menarik dalam 10 Detik Pertama
Beberapa detik pertama sangat penting untuk menarik perhatian penonton. Sapa penonton dengan antusias, sebutkan produk unggulan atau promo yang sedang berlangsung, dan hindari pembukaan yang bertele-tele. Kalimat pembuka yang singkat, jelas, dan mengundang rasa penasaran dapat membantu mempertahankan perhatian penonton.

4. Tunjukkan Detail dan Keunggulan Produk secara Visual
Manfaatkan kamera untuk menunjukkan detail produk dari berbagai sisi agar calon pembeli dapat melihatnya secara lebih nyata. Perlihatkan tekstur, ukuran, warna, hingga cara penggunaan produk secara langsung.
Misalnya, penjual kain songket dapat menunjukkan detail motif dan teksturnya dari jarak dekat, sedangkan penjual pempek dapat memperlihatkan tekstur, ukuran, dan tampilan bagian dalam produk. Semakin jelas produk ditampilkan, semakin mudah calon pembeli memahami kualitas dan keunggulannya.
5. Bangun Interaksi Aktif, Bukan Sekadar Berjualan
Live shopping yang sukses bertumpu pada komunikasi dua arah. Sapalah penonton yang baru bergabung, sebut nama akun mereka saat menjawab pertanyaan di kolom komentar, dan tanggapi pertanyaan seputar produk secara langsung.
Interaksi juga dapat diselingi dengan kuis kecil atau giveaway sederhana untuk menjaga suasana tetap hidup. Cara ini membuat penonton merasa lebih diperhatikan dan dapat mendorong mereka untuk bertahan menyaksikan live streaming lebih lama.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Neon Box dan Neon Sign
6. Manfaatkan Strategi FOMO untuk Mendorong Penjualan
Rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO) dapat dimanfaatkan untuk mendorong calon pembeli mengambil keputusan lebih cepat. Sampaikan informasi seperti stok terbatas, promo yang hanya berlaku selama sesi live, atau diskon khusus untuk sejumlah pembeli pertama.
Namun, pastikan informasi mengenai batas waktu dan jumlah promo benar-benar sesuai dengan penawaran yang diberikan. Hindari menciptakan kelangkaan secara berlebihan hanya untuk memaksa penonton membeli agar kepercayaan terhadap brand tetap terjaga.
Evaluasi Hasil Live Shopping
Setelah sesi live shopping selesai, jangan langsung berhenti. Evaluasi hasil live dapat membantu pelaku UMKM mengetahui strategi yang efektif dan menentukan perbaikan untuk sesi berikutnya
1. Pantau Jumlah Penonton dan Interaksi
Perhatikan data statistik seperti jumlah penonton, rata-rata durasi menonton, jumlah komentar, hingga jumlah like yang diperoleh selama live streaming berlangsung. Data ini penting untuk mengukur seberapa besar minat audiens terhadap sesi live yang telah dilakukan. Jika interaksi masih rendah, pelaku UMKM bisa mengevaluasi kembali jadwal, durasi, atau cara promosi pada sesi berikutnya.
2. Analisis Produk yang Paling Diminati
Catat produk mana yang paling banyak ditanyakan, dibahas di kolom komentar, atau terjual selama sesi live. Informasi ini bisa menjadi acuan untuk menentukan produk unggulan yang perlu lebih sering ditampilkan pada live shopping berikutnya.
Sebaliknya, produk yang kurang mendapat respons juga perlu dievaluasi, baik dari sisi harga, cara penyajian, maupun strategi promosinya. Jika tetap kurang diminati, produk tersebut bisa dipertimbangkan untuk tidak menjadi fokus utama dalam sesi live selanjutnya.
3. Tindak Lanjut Pemesanan dan Layanan Pelanggan
Pastikan seluruh pesanan yang masuk selama live segera diproses dan dikonfirmasi, termasuk menjawab pertanyaan yang belum sempat terjawab saat sesi berlangsung. Respons yang cepat dan pelayanan yang ramah setelah live turut memengaruhi kepuasan pelanggan serta dapat meningkatkan peluang mereka untuk kembali berbelanja.
4. Manfaatkan Potongan Video Live sebagai Konten Promosi
Jangan biarkan rekaman live hanya tersimpan begitu saja. Pelaku UMKM bisa memotong bagian-bagian menarik, seperti demonstrasi produk atau momen interaksi dengan penonton, untuk dijadikan konten promosi tambahan di media sosial.
Konten tersebut dapat diunggah kembali sebagai TikTok Video, Reels, atau Stories untuk menjangkau audiens baru. Cara ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya produksi konten, tetapi juga membantu memperpanjang jangkauan promosi dari satu sesi live shopping
Tingkatkan Tampilan Live Shopping dengan Media Branding yang Profesional
Live shopping dapat menjadi salah satu strategi digital marketing yang menarik bagi pelaku UMKM di Palembang untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
Berbagai tips live shopping di atas dapat diterapkan untuk membuat sesi siaran lebih menarik. Selain smartphone dan ring light untuk menghasilkan visual yang berkualitas, media branding juga dapat membantu menciptakan tampilan live yang lebih rapi dan profesional.
Penggunaan backdrop, neon box, X-banner, hingga standing banner yang menampilkan logo dan identitas usaha dapat memperkuat citra brand di mata calon pembeli, sekaligus membangun kesan profesional yang meningkatkan kepercayaan penonton.
Bagi pelaku UMKM di Palembang yang membutuhkan media branding untuk mendukung kegiatan promosi, Bonafide Advertising siap menyediakan berbagai kebutuhan tersebut, mulai dari banner, backdrop, event desk, dan spanduk, hingga media luar ruang seperti baliho dan videotron.
Butuh media branding untuk mendukung kegiatan promosi bisnis Anda? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Bonafide Advertising melalui WhatsApp di 0812-2224-3333 atau kunjungi kantor kami di Jl. Kancil Putih No. 30 Kel. Demang Lebar Daun Kec. Ilir Barat I Palembang.