Menurut detik.com, pada 2025 UMKM tercatat berkontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sektor ini juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, banyak UMKM yang masih terjebak di level yang sama selama bertahun-tahun. Ada yang kesulitan mengembangkan usaha, kalah bersaing dengan pemain yang lebih besar, hingga belum optimal memanfaatkan teknologi digital.
Padahal, dengan strategi yang tepat, UMKM punya peluang besar untuk naik kelas dan semakin kompetitif di tengah perkembangan ekonomi global.
Lantas, apa saja yang bisa dilakukan? Berikut beberapa strategi pengembangan bisnis UMKM yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan usaha.
Kenapa UMKM Perlu Terus Berkembang dan Naik Kelas?
UMKM perlu terus berkembang dan naik kelas untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Ada beberapa alasan mengapa pengembangan bisnis penting bagi UMKM, yaitu:
Baca Juga: 10 Contoh Copywriting Iklan Outdoor yang Menarik dan Mudah Diingat
- Menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat
Pasar saat ini tidak lagi terbatas oleh wilayah. UMKM bukan hanya bersaing dengan sesama pelaku usaha lokal, tetapi juga dengan produk dari luar daerah hingga luar negeri yang semakin mudah masuk melalui e-commerce. Karena itu, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya. - Mengikuti perubahan perilaku konsumen
Konsumen semakin terbiasa berbelanja secara online, membandingkan harga dan kualitas produk, serta membaca ulasan sebelum melakukan pembelian. UMKM yang mampu mengikuti perubahan tersebut memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau dan mempertahankan pelanggan. - Membuka akses ke peluang bisnis yang lebih luas
UMKM yang berkembang, misalnya dari skala mikro menjadi kecil atau dari kecil menjadi menengah, berpeluang mendapatkan akses permodalan, menjalin kemitraan, memperluas pasar, hingga mempersiapkan diri untuk masuk ke pasar ekspor. - Membangun bisnis yang lebih tahan terhadap perubahan
Bisnis yang stagnan cenderung lebih rentan ketika menghadapi perubahan kondisi ekonomi, kenaikan biaya operasional, atau perubahan permintaan pasar. Sebaliknya, usaha dengan manajemen, pemasaran, dan operasional yang lebih kuat akan lebih siap menghadapi berbagai guncangan. - Mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja
Semakin banyak UMKM yang berkembang dan naik kelas, semakin besar pula potensinya dalam berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi di daerah, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, pengembangan bisnis sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika penjualan sedang menurun. UMKM perlu menjadikannya sebagai proses berkelanjutan agar bisnis tetap relevan, kompetitif, dan memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar.
10 Langkah Meningkatkan Daya Saing UMKM

1. Kenali dan Pahami Target Pasar dengan Lebih Baik
Langkah pertama dalam strategi pengembangan bisnis UMKM adalah memahami siapa target pasar yang ingin dijangkau. Kenali karakteristik konsumen, mulai dari usia, lokasi, kebutuhan, kebiasaan belanja, daya beli, hingga alasan mereka memilih produk atau jasa Anda.
Dengan riset pasar sederhana, seperti survei pelanggan, analisis kompetitor, atau memantau tren di media sosial, UMKM dapat menyusun strategi pemasaran dan pengembangan produk yang lebih tepat sasaran. Dari informasi tersebut, Anda juga dapat menawarkan solusi yang relevan dan menentukan unique selling proposition (USP) yang membedakan bisnis dari pesaing.
2. Melakukan Digitalisasi Operasional dan Adopsi Teknologi
Digitalisasi menjadi salah satu strategi bisnis UMKM di era globalisasi perdagangan yang semakin penting. Teknologi dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi sekaligus beradaptasi dengan persaingan pasar yang semakin luas.
Penggunaan teknologi seperti sistem kasir digital (POS), perangkat lunak manajemen stok, hingga otomatisasi pesan dapat menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan manual. Efisiensi operasional tersebut juga dapat membantu menekan biaya usaha.
Adopsi teknologi membuka peluang bagi UMKM untuk terhubung dengan marketplace, platform pembiayaan, sistem pembayaran digital, hingga berbagai ekosistem digital lain yang mendukung pertumbuhan usaha.
3. Membangun Identitas Brand yang Kuat dan Konsisten
Brand yang kuat membantu UMKM tampil berbeda di tengah persaingan pasar. Identitas brand mencakup nama usaha, logo, warna, tone komunikasi, hingga nilai yang ingin disampaikan kepada pelanggan.
Konsistensi dalam menerapkan identitas brand di berbagai titik kontak, seperti kemasan, media sosial, website, dan materi promosi, dapat membangun kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat posisi bisnis di pasar.
4. Memaksimalkan Pemasaran Digital
Pemasaran digital memberikan kesempatan bagi UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah operasionalnya. Optimalkan saluran digital yang sesuai dengan target pasar, seperti media sosial, website, email marketing, e-commerce, iklan berbayar (ads), hingga kolaborasi dengan influencer lokal.
Konten juga perlu dibuat secara konsisten dengan visual yang menarik dan tidak selalu berorientasi pada penjualan. Anda dapat membagikan informasi, tips, demonstrasi penggunaan produk, testimoni pelanggan, maupun konten di balik proses produksi untuk membangun hubungan dengan audiens.
Baca Juga: 8 Aplikasi Kasir untuk UMKM agar Transaksi Lebih Praktis
5. Menjaga Kualitas Produk dan Standar Layanan
Pemasaran yang baik perlu didukung oleh produk dan layanan yang memuaskan. UMKM perlu memiliki standar operasional yang konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga pelayanan pelanggan.
Ulasan positif dan kepuasan pelanggan dapat menjadi alat pemasaran organik yang efektif. Pengalaman pelanggan yang baik juga dapat memperkuat reputasi bisnis dan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian ulang.
6. Mengurus Legalitas dan Perizinan Usaha Secara Lengkap
Legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin edar, sertifikasi halal, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dapat memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.
Kelengkapan legalitas juga dapat membantu UMKM memenuhi persyaratan untuk mengakses berbagai peluang, seperti pembiayaan, kerja sama dengan perusahaan, mengikuti pengadaan atau tender, masuk ke ritel modern, hingga mengembangkan pasar ke luar negeri.
7. Merapikan Laporan dan Manajemen Keuangan Bisnis
Banyak UMKM masih mencampur keuangan pribadi dan bisnis sehingga menyulitkan evaluasi kinerja usaha. Karena itu, pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha, catat setiap pemasukan serta pengeluaran, dan lakukan evaluasi secara berkala.
Laporan keuangan yang rapi dan terorganisir memudahkan Anda memantau arus kas (cash flow), menghitung margin keuntungan dengan lebih akurat, membuat keputusan berdasarkan data, serta mempersiapkan pengajuan modal usaha ke lembaga keuangan.
8. Melakukan Inovasi Produk dan Diversifikasi Pasar
Inovasi produk, baik dari sisi varian, kemasan, maupun fitur, membantu UMKM tetap relevan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Pengembangan produk juga dapat menjadi cara untuk memberikan nilai tambah dan membedakan bisnis dari kompetitor.
Selain itu, diversifikasi pasar, misalnya dengan menyasar segmen pelanggan baru atau memperluas wilayah pemasaran, dapat membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar.
9. Perluas Jaringan dan Kolaborasi dengan Bisnis Lain
Membangun jaringan dengan sesama pelaku UMKM, komunitas bisnis, atau mitra strategis dapat membuka berbagai peluang, seperti kolaborasi produk, akses ke pasar baru, hingga berbagi pengetahuan dan sumber daya.
Kolaborasi juga dapat membantu UMKM memperluas basis pelanggan tanpa harus menanggung seluruh biaya pemasaran sendiri. Pilih mitra yang memiliki target pasar atau kompetensi yang saling melengkapi agar kerja sama dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak.
10. Meningkatkan Kapasitas dan Kompetensi Tim
Pertumbuhan bisnis perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pelatihan rutin, baik untuk pemilik usaha maupun karyawan, dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola operasional, pemasaran, keuangan, teknologi, hingga layanan pelanggan.
Pelatihan tidak selalu harus berupa program formal. UMKM dapat memanfaatkan webinar, kursus online, komunitas bisnis, mentoring, atau berbagai sumber belajar yang tersedia.
Tim yang kompeten dan adaptif menjadi aset penting bagi UMKM untuk terus berinovasi, menghadapi perubahan, dan bersaing di pasar yang semakin dinamis.
Tantangan Umum yang Sering Dihadapi UMKM saat Mau Naik Kelas

Proses UMKM naik kelas kerap diwarnai berbagai kendala, baik dari faktor internal maupun eksternal. Berikut beberapa tantangan umum yang sering dihadapi pelaku usaha saat berupaya mengembangkan bisnis:
Baca Juga: Tips Live Shopping yang Efektif untuk Pelaku UMKM di Palembang
- Keterbatasan modal dan akses pembiayaan — Modal yang terbatas dapat menghambat UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan, atau melakukan ekspansi. Akses pembiayaan formal juga masih dapat menjadi tantangan bagi usaha yang belum memiliki laporan keuangan, agunan, atau riwayat kredit yang memadai.
- Manajemen keuangan yang belum rapi — Sebagian UMKM masih mencampurkan keuangan pribadi dan usaha serta belum melakukan pencatatan arus kas secara rutin. Kondisi ini dapat menyulitkan pemilik usaha dalam mengevaluasi kinerja dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
- Minimnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi — Tidak semua pelaku UMKM familiar dengan teknologi yang dapat membantu bisnis, seperti aplikasi pencatatan keuangan, sistem kasir digital, pemasaran digital, maupun platform e-commerce.
- Kualitas produk dan layanan yang belum konsisten — Standar produksi dan pelayanan yang belum terukur dapat menyebabkan kualitas produk berbeda-beda. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kepuasan pelanggan sekaligus reputasi bisnis.
- Legalitas dan perizinan yang belum lengkap — Sebagian UMKM belum mengurus izin usaha, sertifikasi, atau dokumen legal lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis. Padahal, kelengkapan legalitas dapat membantu membuka akses ke berbagai peluang pembiayaan, kemitraan, dan pasar.
- Keterbatasan akses pasar dan jaringan bisnis — Keterbatasan koneksi dapat membuat UMKM kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas, menemukan distributor, mendapatkan pelanggan baru, atau membangun kemitraan strategis.
- Persaingan pasar yang semakin ketat — UMKM tidak hanya bersaing dengan pelaku usaha lokal, tetapi juga dengan pemain dari luar daerah hingga luar negeri yang semakin mudah menjangkau konsumen melalui e-commerce. Kondisi ini membuat UMKM perlu memiliki keunggulan yang jelas.
- Kurangnya inovasi dan diversifikasi — Ketergantungan pada satu produk atau segmen pasar membuat bisnis lebih rentan terhadap perubahan tren dan permintaan. Di sisi lain, kurangnya inovasi dapat membuat produk kehilangan daya tarik dibandingkan kompetitor.
- Keterbatasan sumber daya manusia dan pendampingan — UMKM dapat mengalami kesulitan dalam menemukan, melatih, dan mempertahankan tenaga kerja yang kompeten. Kurangnya mentor, komunitas, atau pendampingan bisnis juga dapat membuat pelaku usaha kesulitan menemukan solusi ketika menghadapi masalah.
- Kurangnya pemahaman terhadap pasar dan branding — Riset pasar yang belum optimal dapat membuat UMKM kesulitan memahami kebutuhan konsumen dan menentukan USP. Akibatnya, produk berisiko terjebak dalam perang harga dan sulit membangun posisi yang kuat di pasar.
Perkuat Branding UMKM di Palembang Bersama Bonafide Advertising
Menerapkan strategi pengembangan bisnis UMKM membutuhkan proses yang berkelanjutan. Selain memahami target pasar dan memaksimalkan pemasaran digital, pelaku usaha juga perlu membangun identitas yang kuat agar bisnis lebih mudah dikenali dan dipercaya konsumen.
Bagi pelaku UMKM di Palembang dan sekitarnya, kebutuhan branding dan promosi dapat didukung oleh Bonafide Advertising. Berbagai pilihan media promosi tersedia untuk membantu bisnis menyampaikan identitas dan pesan secara konsisten, baik untuk kebutuhan toko, kegiatan promosi, maupun aktivitas pemasaran lainnya.
Layanan kami mencakup baliho, banner, spanduk, videotron, papan nama toko, letter sign, booth container, event desk, hingga tenda untuk berjualan. Setiap media dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter usaha sehingga tampilan bisnis tetap selaras di berbagai titik promosi.
Dengan dukungan media visual yang tepat, UMKM di Palembang dapat membangun kehadiran brand yang lebih profesional sekaligus meningkatkan visibilitas di tengah persaingan.
Tertarik memperkuat branding bisnis Anda? Hubungi tim kami melalui WhatsApp di 0812-2224-3333 untuk konsultasi lebih lanjut.
Anda juga dapat mengunjungi langsung kantor Bonafide Advertising di Jl. Kancil Putih No. 30 Kel. Demang Lebar Daun Kec. Ilir Barat I, Palembang untuk mendiskusikan kebutuhan promosi visual bisnis Anda.